Friday, September 6, 2013

KPK Didesak Usut Dugaan Pemborosan Anggaran SKK Migas


Jum'at, 06 September 2013 17:53 wib
JAKARTA - Massa yang menamakan dirinya Barisan Rakyat Menggugat (BRM) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan praktek pemborosan sewa gedung Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang kini sudah berganti "baju" menjadi SKK Migas.

"Satu kasus lama yang sering ditutupi adalah kasus sewa gedung BP Migas pada saat era kepemimpinan Raden Priyono," ujar Koordinator BRM, Laode Kamaludin, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Dia mengungkapkan, Raden Priyono kala itu menugaskan Lambok Hutauruk sebagai panitia kerja perpindahan kantor BP Migas dari Patra Jasa ke Wisma Mulia. Saat itu, Lambok menjabat sebagai Deputi Hukum BP Migas.

"Perpindahan gedung BP Migas menghabiskan uang negara sebesar Rp307,3 miliar dan fit out Rp76 miliar melalui penunjukan langsung, dugaannya pula korupsi tersebut juga disinyalir melibatkan JW yang sekarang menjabat Plt Kepala SKK Migas," bebernya.

Sebelumnya, massa BRM menggeruduk Kantor KPK siang tadi. Mereka mendesak agar lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu segera memeriksa mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono.

"Dia itu mafia kelas kakap yang lincah memainkan peranannya dengan menggadaikan kekayaan alam Indonesia kepada para kontraktor," cetusnya. (put)

No comments:

Post a Comment