"Kita (KPK) punya keinginan yang kuat untuk memacu semua partai politik untuk membangun komitmen pribadi agar tidak melakukan tindakan korupsi. Untuk itulah kita di sini," ucap Samad di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (7/9/2013).
Samad yang pada saat itu mengenakan batik berwarna cokelat dalam pemaparannya juga menghimbau untuk menjaga komitmen dan hati nurani agar tidak terjebak dalam kasus korupsi. Bukan saja PDI Perjuangan saja, tapi partai lain dan semua masyarakat.
Sebab, sambung dia, dengan komitmen pribadi, itu lebih efektif untuk mencegah prilaku korupsi dibandingkan dengan membuat MoU (memorandum of understanding) secara bersama-sama.
Pada kesempatan tersebut, seorang kader PDI Perjuangan asal Aceh mengusulkan agar dalam rakernas ini dibentuk penandatangan nota kesepahaman sebagai kontrak politik kader terhadap pemberantasan korupsi, namun menurut Abraham tidak perlu.
"Dengan komitmen dan konsensus pribadi, lebih kuat daripada sekadar dengan MoU," imbuhnya.
Selain itu, KPK juga berharap agar semua parpol yang akan mengikuti ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 nanti bisa seperti PDIP, dengan mengundang KPK ke setiap acara internal partai.
"Peran kami bukan hanya untuk menindak para pelaku korupsi, tetapi juga kalau diizinkan, kami akan datang ke setiap partai politik untuk mengingatkan mereka supaya tidak melakukan langkah-langkah yang membuat negara ini semakin terpuruk," ujarnya. (Astri Novaria)
No comments:
Post a Comment